Jumat, 10 Juni 2016

Blade

Blade
 
Wahai engkau sang ksatria biru
Dimanakah putri yang engkau jaga ?

Waktu menghempas dengan tajam
Takdir menghunuskan pedang merahnya
Air mata bulan mulai mengalir
Jatuh kedasar lautan kegelapan

Hati yang remuk namun masih ada dirimu
Menghapus air mata darah ini
Dengan rambut perak ku yang kau belai

Wahai engkau sang Raja dari kegelapan
Dimanakah sang Dewi yang puja ?

Wahai engkau sang Raja dari kegelapan
Sang putri menunggumu digerbang keabadian



Selasa, 07 Juni 2016

Retak

Retak
Kegelapan yang tumbuh dimata kiriku

Menciptakan perasaan yang berkecamuk

Sayap ini terbang dan menjelajah sejarah kelam

Pengorbanan tak berarti dengan dirimu yang ada dihatiku

Guntur menggelegar menjeritkan namamu

Ku mencintaimu atas nama dewa dan langit

Wahai engkau sang Pangeranku.

Pedang ini terangkat dengan ketujuh langit yang retak.


Dengan cinta yang tak akan mengkarat bak perak abadi.

Endien en Farahots

Endien en Farahots

Endien ....

Kisah Cintaku yang hanya sesaat.
Tenggelam oleh derasnya waktu yang kian berputar.
Ditulis dengan tinta hitam kelam.
Disebuah buku legenda Eropa kuno.

En...

Sang putri terkurung di dalam sangkar emas tak berkunci. 
Dengan pedang suci sang Pangeran yang telah merusaknya
.

Farahots...

Kau Pangeran dan Diriku Dewi Yunani....
Satu dalam....Hikayat Legenda
Jubah birumu berkibar kegelapan dengan mata birumu yang memikat.
Ku menunggu dirimu di gerbang keabadian ini.

Daleithz...

Dewa Ruziard membentangkan ketujuh sayapnya.
Memeluk sang Dewi Diana didalam sinar rembulan Abadi.
Lunarian...
Sinar Rembulan menyinari cinta kita....

Satu Dalam.....Kutukan Tuhan....

the Glass

The Glass
Bagaikan sebuah dongeng. .....Cinderella
Ku menari diatas waktu.

Disaat menyendiri dialam bawah sadarku.
Nada kosonglah yang aku dengar.

Kucoba berlari mengikuti waktu yang tak berarti.
Dengan menatap jarum jam yang tak berpaku.

Rintik air dingin membasahi setiap waktuku.
Dua Kartu perak yang tergeletak didua cermin.

Bagaikan sebuah dongeng......Cinderella. 
Ku menari diatas jarum jam yang berputar. 

Dengan seorang pangeran berjubah merah yang menatapku.

Bagaikan sebuah dongeng. ....Cinderella

Ku berlari dengan sepatu kaca yang terlepas. 

Dentang waktu mengiringi cerita.


Tentang kau dan aku...                       

Senin, 06 Juni 2016

sakura

Sakura

Bunga Sakura yang mekar dihatiku...
Dengan engkau yang ada disampingku...
Menggengam tanganku ditengah kegelapan langit...
Rembulan melihat kita dengan senyumannya...
Terasa manis ketika kau membelai rambut perakku

perak

Perak


Kan kuberikan nyawa dan ragaku sekarang....
Dari pada kuharus hidup ribuan tahun tanpa dirimu....
Ku tak takut terhadap kegelapan dan kematian....
Yang aku takutkan hanyalah engkau pergi tanpa debu yang tak bisa kulihat....

Biarkan waktu menghunuskan pedang tajamnya,biarkan takdir mencekik leherku. Asalkan kau tetap disampingku,rasa sakit ini tak akan ada artinya....karena kupercaya....cinta kita kan menjadi nyawa abadi....didalam kegelapan ku berdo’a

Untuk sekali lagi...
Hapus air mata darah ini...
Belai rambut perak ini lagi...
Sentuh aku dan peluk diriku...
Meskipun didalam kegelapan...
Kudapat merasakan napasmu...

Untuk sekali lagi...
Kita terjang waktu dan takdir...
Dengan rembulan yang semakin bersinar...
Janji ini telah terikat....bersama dengan kekuatan...
Ku percaya pada hati ini untuk yang kesekian kalinya...



indah atau gelap

Indah atau Gelap


Tak dapat kumengerti...

Namun...


Dapat kurasakan dengan pasti...



Suaramu menyampai hatiku didalam kegelapan...

Rambut panjangku kuharap dapat kau gapai...

Dengan hatiku yang hampir membeku...

Bunga indah kan pasti layu termakan waktu...

Dan sebuah rasa akan hilang ketika diambil waktu...

Ku tak peduli jika kau adalah sebuah pisau...

Dan kumohon kepadamu wahai sang pangeran...


Bunuhlah ....rasa sakit dan derita ini...

Biarkan hati meringis...

Biarkan jiwa menangis...


Biarkan raga menjerit...


Dan biarkanlah waktu datang dengan sendirinya...

Kutunggu engkau wahai sang pangeran...

Digerbang keabadian dengan diriku disana...


Dengan rambut perakku yang dapat kau lihat...


Ijinkan ku menyentuhmu...

Ijinkan ku bersamamu...


Ijinkan aku untuk melawan sang Raja waktu.


Hanya bersamamu,dimana pun berada....itulah surga bagiku. ...